SETORAN HAFALAN
Pada siang hari, di Masjid Ruhul Insan, anak-anak tahfidz semua berkumpul untuk jadwal setoran hari ini. Hingga tibalah saatnya pada giliran Arsyad.
Arsyad: “Assalamualaikum, Pak!”
Ustadz: “Waalaikumsalam.”
Arsyad: “Ini pak, saya mau setoran pak. Tapi saya belum sampai satu lembar pak, baru setengah halaman, gapapa ‘kan, Pak?”
Ustadz: “Minggu semalam kamu tidak hadir ‘kan, Arsyad?”
Arsyad: “Iya, Pak. Minggu semalam saya sakit.”
Ustadz: “Nah, karena minggu semalam kamu tidak menyetor, maka kamu wajib nyetor satu lembar hari ini, Nak.”
Arsyad: “Tapi, saya belum hafal satu lembar, Pak. Halaman sebelahnya juga susah, Pak.”
Ustadz: “Hmm, gimana ya, Bapak juga bingung jadinya. Gimana kalau kamu nyetor satu halaman, ditambah setoran murajaah lima halaman?”
Arsyad: “Satu halaman masih panjang, Pak. Saya nyetor hafalan baru setengah halaman saja ya, Pak. Untuk setoran murajaahnya, setengah juz. Gimana, Pak?”
Ustadz: “Baiklah kalau begitu. Iqra’!”
Arsyad: “Syukron, Pak.”
Setelah persetujuan itu, Arsyad pun langsung membaca setorannya sesuai dengan persetujuan terakhir.



