You dont have javascript enabled! Please enable it!

TEKS NEGOSIASI PILIH JURUSAN – ADELIA LATIFAH X IPA 2

PILIH JURUSAN

Kaivan : “Assalamualaikum Buk, maaf mengganggu. Bisa  saya minta waktunya sebentar Buk?”

Guru  : “Waalaikumsalam. Ada apa Kaivan, ada yang bisa Ibuk bantu?”

Kaivan : “Begini Buk, sekarang kan saya sudah disemester akhir Buk saya ingin bimbingan dengan Ibuk terkait jurusan dan universitas yang nantinya saya ambil Buk.”

Guru  : “Oh iya, sebelumnya kamu ambil jurusan apa?”

Kaivan : “Saya ambil jurusan IPA Buk.”

Guru  : “Oh, kamu ada gak tertarik ke suatu bidang. Misalnya kamu suka dengan pelajaran biologi. Kamu bisa ambil beberapa jurusan yang menyangkut tentang biologi. Entah itu kesehatan, pendidikan biologi, apoteker, kan banyak jurusan yang begitu.”

Kaivan : “Kalau untuk itu saya belum spesifik Buk, tapi saya ada tertarik dengan dunia kedokteran Buk.”

Guru  : “Kenapa kamu tertarik dengan bidang kedokteran Kaivan?”

Kaivan : “Karena Ayah saya punya penyakit keras Buk, saya ingin bisa membantu masyarakat yang memiliki penyakit seperti Ayah saya Buk.”

Guru  : “Kamu kan bisa menjadi relawan Kaivan. Pendidikan kedokteran itu lama loh. Belum kalau kamu ambil spesialis kamu harus lanjut S2 kan?”

Kaivan : “Kalau hanya menjadi relawan saya sekarang juga sudah bisa Buk. Saya ingin benar-benar dapat membantu orang-orang yang memiliki penyakit serius walau harus menempuh pendidikan yang lama Buk.”

Guru  : “Kedokteran biayanya ga sedikit loh Van. Belum lagi kamu harus beli bahan praktek dan buku-buku tebal yang harus kamu kuasai. Apa kamu sanggup?”

Kaivan : “Insyaallah saya sanggup Buk. Saya juga sudah ada cari-cari beasiswa untuk bidang kedokteran Buk.”

Guru  : “Dimana saja universitas yang membuka beasiswa untuk kedokteran Kaivan?”

Kaivan : “Salah satunya ada di UI Buk. Kedokteran disana juga bagus. Menurut Ibuk bagaimana jika saya mencoba beasiswa UI Buk?”

Guru  : “UI itu kedokterannya bagus kan. Uang masuknya juga banyak loh Kaivan, masuk ke sana itu susah kan? Apa kamu yakin kamu bakal sanggup?”

Kaivan : “Insyaallah saya sanggup, Buk. Saya akan berusaha agar saya dapat terpilih nantinya.”

Guru  : “Baiklah kalau kamu yakin kamu bisa. Ibuk akan bimbing kamu kedepannya.”

Kaivan : “Terimakasih banyak, Buk. Mohon bimbingan kedepannya, kalau gitu saya permisi dulu ya, Buk.”

Guru  : “Iya Kaivan. Pokoknya kamu harus semangat ya, hati-hati.”

Kaivan : “Baik Buk. Terimakasih, Buk. Assalamualaikum.”

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Alert: Content selection is disabled!!