Peminjaman Barang
Upip: “Assalamulaikum, Yukko”
Yukko: “Waalaikumsalam, Upip. Ada apa Upip?”
Upip: “Yuk, aku mau pinjam termos mu yang kamu gunakan untuk jualan itu dong”
Yukko: “Emangnya untuk apa sama kamu Pip?”
Upip: “Di sekolahku beberapa hari lagi akan mengadakan tes penerimaan siswa baru. Jadi kami perkelas disuruh untuk membuat bazar. Dan tugasku membawa termos untuk meletakkan minuman nya. Karna aku ga punya termos, jadi aku ingin meminjam nya sama mu”
Yukko: “Kapan kamu ingin meminjamnya?”
Upip: “Aku bazar nya 4 empat hari berturut-turut dari hari Rabu sampai Sabtu”
Yukko: “Nanti kalau termosku kamu pinjam, aku mau jualan pakai apa dong?”
Upip: “Empat hari aja kok Yuk”
Yukko: “Kelamaan itu Pip”
Upip: “Gimana kalau aku sewa termos mu itu. Sehari Rp15.000,00 gimana?”
Yukko: “Itumah ga sebanding sama pendapatanku sehari”
Upip: “Berapa dong? jangan mahal-mahal ya, uangku ga ada hehe”
Yukko: “Kamu ini! Rp100.000,00 lah”
Upip; “Yaampun mahal banget yuk”
Yukko: “Kalau gamau yasudah. Ini aku masih mending ya daripada kamu pinjam ke orang lain, bisa aja lebih mahal. Termos ku ni juga yang ukuran paling besar. Baru ku beli juga, karna yang kemaren dah pecah”
Upip: “Hmmm, kurang sikit lah ya, Yuk”
Yukko: “Rp75.000,00 ya pip”
Upip: “Yaudah deh Yuk, segitu aja. Aku pinjam empat hari ya”
Yukko: “Okay Pip, ini termosnya bisa langsung kamu bawa”
Upip: “Aku bayarnya setelah siap bazarnya ya Yuk”
Yukko: “Okay, sepakat ya?”
Upip: “Iya, makasih ya”
Yukko: “Iya pip, terimakasih kembali”
Upip: “Aku pulang dulu, assalamualaikum”
Yukko: “Waalaikumsalam



