TANAH KOSONG
Misu : “Assalamualaikum, Pak”
Pak Bobo : “Waalaikumussalam, Ada yang bisa saya bantu, Pak?”
Misu : “jadi begini Pak, Kemarin sore saya melihat iklan jual tanah di Jl.Hangtuah, Apakah benar iklan itu milik Bapak?”
Pak Bobo : “Iya Pak, Benar.iklan itu milik Saya.”
Misu : “Saya berniat membeli tanah Bapak, Kalau boleh tahu berapa per meternya ya, Pak?”
Pak Bobo : “Untuk per meternya 8 juta saja,Pak.”
Misu : “8 juta, Pak?!”
Pak Bobo : “Iya, Pak.”
Misu : “Apa tidak bisa kurang, Pak?”
Pak Bobo : “Tidak bisa Pak, lokasi tanah milik saya itu sangat strategis Pak.”
Misu : “Iya Pak, Saya tahu.Tapi apa memang tidak bisa kurang Pak?modal saya kurang dari itu, Pak.”
Pak Bobo : “Tidak Pak, malah harganya sudah saya kurangin 2 juta Pak karena lahan saya sudah banyak ditumbuhi tanaman liar, Pak.”
Misu : “Ayolah Pak, Apa tidak bisa kurang 2 juta lagi, Pak?”
Pak Bobo : “Tidak bisa Pak, Kemarin juga ada yang menawar dengan harga 6 juta juga Pak, tetapi tidak saya beri,Pak.”
Misu : “Saya sangat butuh tanah itu Pak.Tanah bapak itu sangat dekat dengan rumah orang tua saya, Pak. Orang tua saya sudah sakit sakitan, Pak. dan untuk menutupi biaya pengobatan orang tua saya, saya harus tetap jualan, Pak. Lagian kondisi tanah bapak sangat strategis sehingga sangat mudah menemukan pembeli yang ingin berbelanja di toko saya, Pak.”
Pak Bobo : “baiklah, Pak.Akan saya berikan dangan harga 7 juta gimana, Pak?”
Misu : “Saya cuma punya modal 6 juta untuk membeli tanah, Pak.”
Pak Bobo : “Atau begini saja, Harganya saya berikan 7 juta, tetapi kamu boleh ngangsur membayarnya. Saya berikan waktu kamu 5 bulan untuk melunasinya.”
Misu : “Boleh bolehh, Pak.”
Pak Bobo : “Yasudah untuk DP kamu transfer ke saya 3 juta dulu saja.”
Misu : “Baik, Pak. Nanti akan langsung saya transfer ke rekening Bapak.”
Pak Bobo : “Baik, Pak.”
Misu : “Terimakasih ya, Pak! Assalamualaikum”
Pak Bobo : “Iya, Pak. Waalaikumussalam.”



