You dont have javascript enabled! Please enable it!

Teks Negosiasi Kamera Baru – Nayla Arsha Rahman

Kiri : “Assalamualaikum, Ayah”

Ayah : “Waalaikumussalam, Nak”

Kiri : “Ayah, apakah kita mempunyai kamera?”

Ayah : “Ayah punya, tetapi kameranya sudah lama tidak digunakan. Mungkin saja sudah rusak”

Kiri : “Tidak apa-apa, Yah”

Ayah : “Memangnya untuk apa kamera itu, Kak?”

Kiri : “Kak hanya ingin lihat saja, Yah. Dimana ayah letakkan kamera itu?”

Ayah : “Di atas lemari kamar Ayah kak”

Kiri : “Oke, Yah”

(Setelah melihat kameranya, Kiri membawa Kamera itu dan memberikannya ke Ayah untuk dihidupkan)

Ayah : “Sepertinya kamera ini sudah tidak dapat digunakan lagi, Kak. Ayah rasa baterainya sudah rusak. Gimana kalau beli baru aja, Kak?”

Kiri : “Memangnya boleh, Yah?”

Bunda : “Boleh kok, tapi dengan uang Kakak sendiri”

Kiri : “Loh, Kakak mana punya uang, Bun. Gimana kalau sebagian uang Kakak, sebagiannya lagi uang Ayah sama Bunda?”

Ayah : “Ayah sama Bunda si no problem. Tapi ada syaratnya, Kak”

Kiri : “Apa syaratnya, Yah?”

Ayah : “Pertama, Kakak harus hafal surat Al-Kahf lancar dan disetorkan sama Ayah atau Bunda. Kedua, Nilai ulangan Bahasa Indonesia Kakak tidak boleh di bawah 87. Dan yang terakhir, 5 juz yang sudah Kakak hafal harus dimuroja’ahkan dan disetorkan ke Ayah secepatnya kalau Kakak ingin kameranya cepat sampai.”

Kiri : “Sepertinya syarat kedua sedikit sulit, Yah. Gimana kalau begini saja, syarat kedua diganti menjadi nilai ulangan Bahasa Indonesia tidak boleh di bawah KKM”

Bunda : “Baiklah, Bunda dan Ayah setuju”

Ayah : “Jika Kakak berhasil menuntaskan 3 syarat tadi di bulan ini, Kami akan membelikan kamera baru pilihan Kakak sendiri”

Kiri : “Pakai uang Ayah sama Bunda, ya?”

Bunda : “Kalau tes Kakak lancar, pakai uang Bunda”

Kiri : “Hore!!Terimakasih, Yah sama Bunda”

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Alert: Content selection is disabled!!