Jepang
Jiza : Assalamualaikum Bunda, Kakak pulang.”
Bunda : “Waalaikumussalam Kak.”
Jiza : “Bunda, Kakak mau bertanya.”
Bunda : “Mau bertanya apa, Kak?”
Jiza : “Boleh tidak kalau Kakak kuliah di luar negeri?”
Bunda : “Kenapa harus yang di luar negeri, Kak?”
Jiza : “Karena kampus impian Kakak ada di luar negeri, Bun.”
Bunda : “Di mana, Kak?”
Jiza : “Di Jepang, Bunda.”
Bunda : “Jauh sekali. Bunda tidak setuju.”
Jiza : “Yaah, Bundaaa. Boleh ya Bundaaa? Karena itu kampus impian Kakak.”
Bunda : “Kamu mau jauh-jauh dari Bunda?”
Jiza : “Enggak, Bun. Kakak mau kuliah di Jepang karena itu termasuk mimpi dan cita-cita Kakak dari kelas 1 SMP.”
Bunda : “Pilih universitas yang lain aja ya, Nak.”
Jiza : “Kakak janji akan selalu telepon Bunda kalau kuliah di Jepang. Kakak bisa jaga diri kok Bun.”
Bunda : “Kakak, dengarin Bunda dulu. Kita tidak punya keluarga disana. Bunda khawatir sama Kakak. Ditambah lagi Kakak itu perempuan.”
Jiza : “Ya sudah Bunda, Kakak gak jadi kuliah di Jepang.”
Bunda : “Maaf ya Kak.”
Jiza : “Tidak apa-apa Bunda. Tapi kalau kuliah di UI boleh gak, Bunda?”
Bunda : “Nah, kalau itu Bunda izinkan Kak.”
Jiza : “Terima kasih, Bunda!!” (sambil tersenyum lebar)



