You dont have javascript enabled! Please enable it!

Teks Anekdot – Raditya Pradipta X – IPS 1

Nama : Raditya Pradipta

Kelas : X – Social 1

 Teman atau Bunglon

TEKS ANEKDOT

 

                Suatu sore yang cerah, di taman kota yang asri nan indah, terdapat segerombolan para anak-anak yang sedang bermain. Ada yang bermain game online, bercanda ria dengan temannya, bermain layang-layang dan lain sebagainya. Terdapat Radit, Alfan, Eem dan Hafiz. Mereka bercanda ria tanpa mengenal waktu hingga sore pun tiba. Hafiz menceritakan keluh kesahnya kepada mereka.

Hafiz : ‘’Guys, guys…Pinjam uang dong!, gua lagi bokek banget nih sekarang, uang dari orang tua gua udah habis gua beliin rokok dan minum-minuman keras.

Radit : ‘’Apa ? Apa yang telah kamu lakukan Fiz, itu tidak boleh kamu lakukan, kamu telah durhaka pada orang tuamu’’

            Eem pun berniat untuk membantu Hafiz, agar ia bisa membeli keperluannya yang disangka oleh Eem itu berguna.

Eem : ‘’Ehh, sudah-sudah. Ya sudah, Hafiz ini aku berikan uang secukupnya untukmu ya. Gunakan dengan sebaik-baiknya !’’

Hafiz : ‘’Yeyyy, terimakasih Em. Huuu temannya lagi butuh itu dibantu ! Bukan diceramahin.

2 hari kemudian, Hafiz tanpa disadari telah memiliki banyak uang, ternyata hasil uang tersebut berasal dari menangnya Hafiz digame judi online. Dengan modal yang diberikan oleh Eem, Hafiz mendapatkan uang yang berkali-kali lipat dari uang yang diberikan Eem. Saat itu, Eem tidak mempunyai uang, karena uangnya telah habis untuk membeli keperluan sekolah. Eem pun datang ke rumah Hafiz untuk meminjam uang.

Eem : ‘’Hafiz, boleh tidak, aku meminjam duitmu, karena aku mau membeli obat untuk ibu ku’’

Hafiz : ‘’Ehh, apa-apaan ini. Enggak-enggak aku sedang tidak ada duit sekarang, mendingan kamu pergi deh.’’ Sautan Hafiz dengan mengelak

Eem tidak percaya akan hal itu, dikarenakan ia melihat uang merah disaku Hafiz. Eem mulai paham, kalau Hafiz hanya datang ketika butuhnya saja. Jika kita yang sudah butuh, Hafiz sangat enggan untuk membantu.

Eem : ‘’Baiklah Hafiz, aku akan segera pergi, namun aku ingin engkau menutup matamu terlebih dahulu, karena aku ingin mengganti celanaku yang sedang terbalik.’’

Hafiz ; ‘’Kamu bisa menggantinya di belakang, kenapa harus disini sih ?’’

Eem : ‘’Ahh, ya sudah. Kalau begitu aku tidak akan pergi sampai kamu memberikan pinjaman kepadaku.’’

Hafiz : ‘’Aelah, baiklah aku akan menutup mataku’’

            Saat Hafiz menutup matanya, dengan cepat Eem menarik uang merah dari sakunya dan langsung berlari keluar sambil mengucapkan terimakasih.

Hafiz : Em… Kenapa kamu berlari keluar dengan sangat cepat ? Lohh, uangku kemana ? EEMMMMMM’’ teriak Hafiz sambil mengecek sakunya.

 

            Pesan moral : Jadilah teman yang selalu ada saat senang atau pun sedih, karena teman yang baik pasti akan membawamu kepada kebaikan. Oleh karena itu, jadilah teman yang selalu bersedia membantu kapanpun dan dimanapun.

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Alert: Content selection is disabled!!