You dont have javascript enabled! Please enable it!

Teks Anekdot- M. Haziq Ridwan Parsa- X IPA 1

Teks 1:

BAU BAWANG

Suatu hari, dua teman yang sudah saling kenal sejak lama sedang mengobrol pada waktu istirahat sekolah. Satu bernama Hilmi dan satu bernama Adul. Hilmi berperawakan kecil, rambut keriting, berkacamata dan berjerawat. Sedangkan Adul berperawakan tinggi, rambut lurus dan hidung mancung. Mereka sedang membahas tentang kartun animasi yang bernama “anime”. Lalu tiba-tiba adul menyela

“Hilmi, kamu sering membantu ibumu memasak di dapur ya?”

“hah? Nggak kok, aku saja tidak tau cara memasak”

“hah? Yang benar? Badan kamu bau bawang begini berarti kamu suka membantu ibumu memasak kan?”

            Tiba-tiba Hilmi langsung memukul Adul dengan sangat keras dan pergi meninggalkan Adul sendirian yang sedang mengaduh kesakitan sambil tertawa terbahak-bahak melihat temannya yang sedang bersungut-sungut.

 

Teks 2:

KERJA

          Pada suatu hari, seorang pemuda tampan dan sejahtera yang memiliki banyak perusahaan, sebut saja namanya Bonbon, sedang berjalan-jalan di kota Jakarta. Biasanya dia berkeliling kota dengan menggunakan mobil limosinnya, namun hari ini, di hari minggu yang cerah ini, dia ingin berjalan-jalan di pagi hari. Tiba-tiba dia bertemu dengan teman lama nya yang Bernama Hilmi. Mereka pun mengobrol santai karena sudah tidak lama bertemu.

“Wah, Bonbon, sudah lama tidak bertemu dan sekarang kamu sudah menjadi pengusaha sukses yang memiliki sangat banyak harta.” ucap Hilmi.

“Hehe, iya Hilmi, Alhamdulillah hasil kerja keras saya selama ini” balas Bonbon.

“Eh ngomong-ngomong, kamu sekarang kerja dimana Hilmi? Kalo saya tidak salah, terakhir kali saya ketemu kamu, profesi kamu itu pemulung bukan?” tambah Bonbon.

“Iya, namun sekarang saya sudah berbeda, saya sudah pindah tempat kerja ke kantor gubernur.” ucap Hilmi dengan bangga.

“Wah hebat sekali kamu. Sekarang kamu kerja apa? Apakah kamu sekarang jadi sekjen gubernur?” tanya Bonbon.

“Bukan, saya hanya pindah tempat kerja, bukan pindah profesi kerja. Ya kerja saya juga masih jadi pemulung, bedanya yang dulu di kolong jembatan, sekarang saya mulung di depan kantor gubernur.” ucap Hilmi dengan wajah tak berdosa.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Alert: Content selection is disabled!!