You dont have javascript enabled! Please enable it!

Teks Anekdot – Aurellia Putri Amabel – X IPA 2

Menyontek

                                                                                     

Pada suatu hari di sekolah, Reni dan teman sekelasnya sedang melangsungkan ulangan harian. Akan tetapi Reni tidak bisa menjawab soal karena ia tidak belajar pada malam harinya. Lalu, Reni bertanya pada Andi yang ada di sebelahnya.

Reni : “Di, bantuin aku dong.”

Andi : “Aku juga gak tau Ren.”

Reni pun bertanya kepadaTika yang berada di belakangnya.

Reni : “Tik, bantuin aku dong, aku gak tau.”

Tika : “Aku belum siap”

Karena Tika berkata seperti itu, Reni pun membaca soal yang lain sambil menunggu Tika selesai menjawab soal. Tiga menit kemudian Tika pun mengumpulkan lembar jawabannya. Reni pun terkejut karena baru tiga menit yang lalu Tika berkata ia belum siap.

Reni merasa dikhianati dan menyumpahi Tika. Setelah selesai ulangan, Reni langsung mendatangi Tika dengan perasaan emosi sambil bertanya kepada Tika.

Reni : “Tadi katanya kamu belum siap, tapi kenapa kamu kumpul jawaban duluan?!” (tanya Reni sambil menggebu gebu)

Tika : “Iya aku belum siap. Belum siap kasih tau kamu” ( jawab Tika santai)

(mendengar itu Reni pun semakin emosi)

Reni : “Maksud mu apa?”

Tika : “Dasar kamu jiwa koruptor!”

Reni : “Apa maksud kamu koruptor?!”

Tika : “Emang jiwa kamu ini jiwa jiwa koruptor, menghalalkan segala cara untuk mendapatkan tujuannya, meskipun dengan cara curang.”

Tika juga berkata

Tika : “Orang yang mencontek itu merupakan bibit bibit korupsi. Jangan salahkan para pejabat suka korupsi, orang murid murid nya aja udah punya bibit bibit korupsi sejak dini, gimana besar nanti coba?”

Reni pun terdiam mendengar perkataan Tika yang ia rasa ada benarnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Alert: Content selection is disabled!!