You dont have javascript enabled! Please enable it!

Teks Anekdot – Atthila Zahra -X IPA 1

Nama : Atthila zahra
Kelas  :  x- ipa 1

Asuransi Si Penyelamat Jantung Hati

Seorang Ibu pedagang gorengan yang sedang menjajakan dagangannya, dihampiri oleh seorang gadis cantik yang juga menjajakan dagangannya. Tapi yang ini bukan dagang gorengan melainkan menawarkan sebuah asuransi. “Yah bu, Ibu hanya membayar sebesar 100 ribu rupiah dalam 1 bulan, hanya dalam waktu 3 bulan kami akan mengembalikan 3 kali lipat uang Ibu plus dengan gratis biaya pengobatan penyakit apapun selama Ibu masih bergabung dalam asuransi kami”. Kata si gadis cantik. Si Ibu yang polos ini langsung percaya begitu saja dengan apa yang ditawarkan oleh gadis cantik ini.
“Oke deh, kalau begitu saya mau bergabung kedalam asuransi kalian, karena anak saya belakangan ini sering sakit, saya takut sakitnya semakin parah, tetapi biayanya sekali perobatan saja sangat mahal”. Jawab si Ibu. Tak lama kemudian proses pembayaran pun dilakukan. Si Ibu langsung memberikan uang 100 ribu kepada gadis cantik itu. Tapi, tidak sedikit pun tertera surat kepastian atau surat resmi untuk si ibu ini. Karena kepolosannya si Ibu tak menanyakan surat apapun untuk memastikan bahwa ia telah tergabung dalam asuransi itu.
Setelah 3 bulan lamanya, barulah si Ibu menyadari dan mengingat bahwa uang asuransi itu akan menjadi 3 kali lipat dalam waktu 1 bulan, tetapi sampai jangka waktu 3 bulan tak sepeser uangpun yang didapat si Ibu. Pagi hari setelahnya, si Ibu pedagang melanjutkan kegiatan yang biasa ia lakukan, ia menjajakan gorengannya keliling perkampungan. Namun, kejadian yang tak disangka, seorang lelaki paruh baya berlari mendatangi si Ibu.
“Bu..! Bu..!!, Eza anakmu pingsan Bu, bibirnya membiru !!, wajahnya pucat!!”. Tak lama kemudian gorengan yang ada di tangan si Ibu tumpah dan jatuh ketanah. Si Ibu berlari pulang ke rumah untuk menyelamatkan anaknya, dia teringat akan asuransi yang menawarkan kepadanya pengobatan gratis 3 bulan yang lalu.
Si ibu langsung menelpon nomor asuransi yang diberikan kepadanya 3 bulan yang lalu. Tapi, tak ada jawaban dari sana, bahkan nomornya pun sudah tak aktif lagi. Betapa hancur hati si Ibu melihat anaknya terkapar tak sadarkan diri, bibir indah itu kita sudah membiru, pipi merah itu sudah tak berwarna. Namun tak ada lagi daya yang dapat si Ibu lakukan, semua uang hasil dagannya bahkan uang tabungannya sudah ia masukkan kedalam asuransi itu.
Singkat cerita, 1 bulan dari kejadian itu, seorang kepala desa di kampung itu menawarkan asuransi syariah kepada warganya, “Ohh, pak kades, itu asuransi yang bisa menyelamatkan hidup kita ya ?”. tanya salah satu warganya. Pak kades hanya tertegun mendengar pertanyaan itu. Setelah kejadian itu, tak seorang pun dikampung itu mempercayai asuransi apapun yang ditawarkan kepada mereka.

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Alert: Content selection is disabled!!