Es Dua
Rere membeli minuman dari seorang kakek penjual es tebu di pinggir jalan. Sambil menunggu pesanannya, Rere pun duduk di kursi disamping gerobak es tebu.
Agar tidak terlalu terasa canggung, Sang penjual es tebu pun memulai obrolan “Abis pulang kuliah ya nak?” “Iya, Kek”, jawab Rere. Sang penjual es tebu kembali bertanya, “Ngambil jurusan apa nak? Udah semester berapa?”
“Ngambil jurusan kedokteran, Kek. Udah semester lima”. Sang penjual es tebu itu pun mengangguk-angguk paham. Sang penjual es tebu kemudian memberi nasihat pada Rere “Belajar yang rajin ya nak! Jangan kayak anak saya, udah besar tapi masih aja pemalas” “iya kek, pasti saya belajar dengan rajin. Sekarang anak kakek kemana? Enggak bantuin kakek jualan?”.
“Oh, anak saya sekarang lagi ngambil es dua”. Rere pun kagum memdengar jawaban penjual tersebut “ Wow, hebat! Itu pasti udah terjamin pekerjaannya kek”. Sang penjual itu mengernyit bingung “Hebat dari mananya? Cuma ngambil es dua juga”. Rere pun menjawab Kembali “itu udah keren loh kek, pemalas tapi bisa ngambil es dua”
Kemudian, datang seorang pemuda sedang membawa dua bungkus es batu dari seberang “ bapak! Ini es batunya toh…”. “Nah, itu dia anak saya” ujar sang penjual.
Rere pun ternganga melihatnya, ternyata dia menyalah artikan ucapan penjual itu.


