Iri Berujung Malu
Pada jam istirahat, seperti biasa Naomi dan Yerin akan pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka. Selama menunggu pesanan datang, mereka akan menceritakan apa saja sambil sesekali melemparkan candaan. Tiba-tiba Yerin menceritakan berita tentang peperangan Rusia dan Ukraina yang sering menjadi perbincangan Masyarakat.
Yerin : “Omi, kamu tahu tentang peperangan Rusia dan Ukraina yang sering dibicarakan itu?”
Naomi : ”Oh, aku tahu. Yang Rusia berusaha merebut ibu kota Kherson itu kan?”
Yerin : ”Iya. Kamu tahu ga sih, tadi aku ada baca katanya Rusia menarik 30.000 pasukannya kembali ke Rusia.’’
Naomi : “Loh, kok mereka menarik diri sih? Rusia kan Negara dengan militer terkuat didunia. Sedangkan Ukraina hanya menjadi Negara dengan militer terkuat ke dua puluh dua didunia.”
Yerin : “Itu yang menjadi perbincangan sekarang ini. Kamu mau baca beritanya?”
Yerin pun melihatkan berita yang tadi dibacanya kepada Naomi.
Kegembiraan Warga Ukraina Usai Rusia Tarik Mundur 30.000 Pasukan
Dikabarkan perang antara Rusia dan Ukraina sudah akan berakhir dengan Rusia yang menarik 30.000 pasukannya kembali ke Rusia. Kota Kherson adalah satu-satunya ibu kota regional yang direbut Rusia sejak invasi Februari lalu. Penduduk kota Kherson dengan bahagia menyambut kembalinya pasukan Kyiv atau tentara Ukraina setelah Rusia mengumumkan telah menarik diri sepenuhnya dari kota di selatan itu. Perubahan kendali kota disusul dengan serangan balasan dari Ukraina yang cepat dalam bebera bulan membuat Rusia mau tidak mau terpaksa mengambil langkah mundur. Keputusan mundur yang diambil merupakan pukulan besar bagi militer Rusia dalam menghadapi serangan balasan Ukraina.
Tepat pada Jumat, 11 November 2022 warga Ukraina berkumpul di Lapangan Maidan, pasukan Kyiv untuk merayakan pembebasan Kherson, satu-satunya ibu kota regional yang direbut Rusia setelah invasi Februari lalu. Didalam pidatonya, Presiden Zelensky mengatakan “orang-orang Kherson ‘menunggu’ dan tidak pernah menyerah pada Ukraina. Penduduk telah bekerja keras menghilangkan ‘jejak tinggal penjajah’ dari jalanan Ukraina, termasuk simbol-simbol Rusia.” Kantor berita Ukraina, Unian, merilis sebuah foto di telegram beserta tulisan ‘Orang-orang menunggu para pembela kami. Bendera Ukraina dan Uni Eropa telah berkibar diatas Gedung Administrasi Negara Bagian Regional Kherson.
Kehilangan kota Kherson dan keputusan untuk mundur yang dilakukan dipandang sebagai kemunduran terbesar Moskow dalam perang. Kementrian Pertahanan Rusia mengumumkan 30.000 pasukan dibawa keluar dari Kherson, Ukraina. Juru bicara Rusia, Vladimir Putin menghindari pertanyaan soal situasi di Kherson. Kremlin menyatakan penarikan mundur pasukan sepenuhnya merupakan keputusan Kementrian Pertahanan dan menolak menyebutnya sebagai kegagalan.
Naomi : “Menurutmu apa yang menjadi latar belakang konflik peperangan Rusia dengan Ukraina?”
Yerin : “Aku pernah baca alasan Rusia menyerang Ukraina karena Rusia tidak bisa merasa aman, berkembang, dan eksis jika Ukraina modern. Menurut Presiden Rusia, Vladimir Putin, Ukraina modern adalah ancaman yang konstan.”
Naomi : “Penarikan mundur pasukan yang sudah menjadi keputusan Kementrian Pertahanan pasti menjadi pukulan besar untuk Rusia.”
Yerin : “Kurasa sekarang presiden Rusia tidak akan mampu memperlihatkan wajahnya lagi di televisi. Kau tahu, bahkan Kyev menyebutnya ‘pasukan tentara terkuat didunia yang melarikan diri dengan berjalan kaki’. Mereka pasti merasa sangat malu sekarang.”
Naomi : “Untuk ukuran Negara terkuat ke dua didunia kurasa mereka lebih memilih menghilang dari pada dengan bangga mengatakan ‘negaraku Negara terkuat ke dua didunia’ tetapi mereka kalah dengan Negara dengan kekuatan dibawahnya.”
Yerin : “Mungkin Ukraina dapat memberikan serangan balasan karena mereka memiliki tekat yang kuat untuk melindungi tanah air mereka.”
Naomi : “Seperti Indonesia yang dulu melawan penjajah bersenjata hanya dengan sebilah bamboo runcing.”
Yerin : “Karena Rusia iri dan merasa terancam dengan ke modern-an Ukraina menyebabkan mereka melakukan invasi pada Ukraina hari Kamis, 24 Februari 2022. Untuk itu kita harus menjauhi sifat iri dan lebih banyak introspeksi diri.”


