- 1. Pengertian Pewara, Protokol, dan Protokeler
a. Pengertian Pewara
1) Pewara artinya pembaca berita (wara: berita)
2) Menurut singkatan arti pe-wara adalah pembawa acara.
3) Pewara merupakan suatu tugas yang dibebankan kepada seseorang oleh protokolar untuk membawakan atau membacakan kenario acara yang telah disusunnya berdasarkan susunan acara yang diberikan oleh protokoler kepadanya.
4) Istilah-istilah lain untuk pewara ini antara lain: MC (Master of Ceremony) acara yang dibawakan bersifat resmi/seremonial, CM (Comersial Master) menawarkan suatu produk dagangan, EM (Entertaintment Master) menyuguhkan suatu acara hiburan, dan QM (Quest Master) apabila ia memimpin suatu acara kuis
5) J.S. Purwadarminta dalam Kamus Bahasa Indonesia mengartikan pembawa acara sebagai penyaji acara, penyampai acara, pengantar acara.
b. Pengertian Protokol
1) Protokol secara leksikal (menurut bahasa Yunani) berasal dari kata protos dan kolla. Protos yang pertama, kolla artinya lem atau perekat.
2) Pengertian protokol ternyata berkembang sesuai dengan perkembangan zaman; sehingga istilah protokol sekarang diartikan:
a) Sebagai dokumen yang erisikan tata cara penyambutan tamu (nasional, internasional serta daerah/lokal)
b) Sebagai pemberian servis/layanan kepada pemimpin/ tamu/publik dalam acara/kegiatan resmi.
c) Sebagai tolak ukur bagi daerah/unit kerja dalam menyelenggarakan acara/kegiatan resmi.
c. Pengertian Protokoler
Protokoler yakni semua orang yang mengatur kelangsungan suatu acara, dan merupakan tulang punggung dari penyelenggaraan suatu acara/upacara. Jadi, protokolerlah yang menetapkan tata cara penyelenggaraan suatu acara resmi. Sedangkan pewara adalah bagian dari keprotokoleran, yang ditugasi membacakan/membawakan acara remi waktu itu.
- 2. Jenis-Jenis Pewara
Jenis dan pembagian pewara didasarkan atas jenis acara yang dibawakan yakni:
a. Pembawa acara resmi
Pembawa acara resmi (di ruangan dan di lapangan). Pewara remi di ruangan harus terkesan tenang, tidak banyak bergerak, anggun dan berwibawa, serta cara berbicara dan tekanan-tekanan katanya harus diatur agar acara terkesan khidmat. Acara resmi di lapangan harus terkesan seperti acara/upacara militer. Maka pembawa acara resmi di lapangan ini harus terkesan tegas, baik gerakan maupun ucapan. Contoh acara remi di lapangan yaitu upacara nasional, upacara bulanan.
b. Pembawa Acara Hiburan
Ketentuan untuk pewara hiburan ini tidak terlalu ketat seperti pewara resmi. Ketika membawakan acara hiburan ini pewara harus terkesan lincah,lincah bergerak dan lincah berbahasa agar acara lebih hidup dan marak.
c. Pembawa Acara Setengah Resmi
Pewara membawakan acara tidak terlalu terikat dengan ketentuan-ketentuan, yang penting hanya pertimbangan keefektifan kalimat, agar waktu tidak banyak tersia-sia. Contohnya antara lain, suasan acara arisan, rapat, acara syukuran, dan acara ulang tahun.
- 3. Susunan Acara dan Skenario Acara
Susunan acara adalah materi-materi acara yang akan mengisi suatu acara. Materi acara ini dirancang oleh protokol, lalu diserahkan kepada pewara.Skenario adalah gambaran dari aba-aba pelaksanaan acara yang dibacakan/dibawakan oleh pewara. Mulai dari awal sampai akhir acara bertujuan untuk memperlancar pelaksanaan acara, karena skenario ini boleh dibacakan saja oeh pewara sewaktu acara berlangsung. Ketentuan harus atau tidaknya seorang pewara harus menulis skenario acara tergantung pada
a. Pewara itu sendiri, kalau ia ingin lancar dan tidakterbata-bata sewaktu membawakan acara terutama acara resmi.
b. Dewan juri, kalau pewara dalam suatu kegiatan lomba,biasanya dalam lomba,juri ingin melengkapi nilai esertanya dengan kemampuan pewara menulis skenario acara, terutama bahasanya.
Pada waktu menulis skenario acara harus diperhatikan beberapa hal
1) Pemakaian/penulisan harus sesuai dengan ejaan yang disempurnakan (baku).
2) Pemakaian/pemiihan kata harus sesuai dengan topik acara,tepat dan bervariasi.
3) Penuisan kalimat harus efektif, agar mudah dimengerti, logis, dan menarik.
4) Perhatikan penulisan nama, pangkat dan gelar seseorang, jangan sampai salah.
- 4. Syarat-Syarat Menjadi Pewara
Syarat-syarat menjadi pewara itu adalah sebagai berikut:
a. Syarat Fisik
1) Memiliki suara yang nyaman (plcasing), tidak melengking dan tidak terlalu rendah. Artinya memiliki suara bulat bagus sesuai dengan kodrat, kalau laki-laki terkesan maskulin, kalau perempuan terkesan feminim.
2) Sehat sewaktu membawakan acara. Pewara harus sehat agar terlihat gairah dan semangat.
3) Memiliki/mampu menghasilkan vokal yang bersih, nyaring, bening, dan lembut. Dan juga tidak bersuara pecah yang emberi kesan tenggorokan pendengar ikut terasa sakit(aklohor)
4) Tidak cacat fisik, artinya seorang pewara harus sempurna scara lahir untuk menghindari kesan tidak baik, seperti munculnya cemooh-cemooh atau bisik-bisik yang dapat mengganggu khidmatnya acara.
2. Syarat Ilmiah
a. Memiliki pengetahuan seperti pengetahuan kebahasaan maupun pengetahuan umum. Seorang pewara diharapkan kaya dengan kata-kata agar mampu melahirkan kalimat yanh hidup dan menarik.
b. Akan lebih sempurna kalau perwara pernah mengikuti/memperoleh teori tentang pewara, misalnya pernah mengikuti atau diklat.
3. Syarat Kepribadian (appearance)
a. Mampu berpikir cepat dan tepat artinya mampu menggambil keputusan dengan tepat dan benar.
b. Memiliki imajinasi yang positif artinya dalam memimpin suatu acara seorang pewara hendaklah punya daya imajinasi yang tinggi dalam melihat situasi, kondisi, waktu, dan tempat serta bentuk acara yang dipimpim karena akan mempengaruhi suasana pada waktu itu.
c. Bergairah, antusias artinya pewara harus tetap bersemangat dalam situasi-situasi yang bagaimanapu, menguntungkan atau tidak.
d. Rendah hati, mungkin seorang pewara tahu benar bahwa dirinya punya kelebihan, kadang bisa membuat perwara jadi sombong dan terlihat angkuh ketika membawa acara.
e. Memiliki daya humor artinya seorang pewara yang ideal itu harus mampu menyesuaikan dengan situasi, misalnya dalam keadaan letih.
Kesimpulan
Jadi dari uraian diatas dapat disimpulkan untuk menjadi pewara yang baik haruslah memenuhi kriteria sbb:
a. Memiliki sikap yang baik
b. Mampu berbahasa dengan baik dan benar
c. Memiliki wawasan yang cukup
d. Penampilan yang memedai
A. Penampilan (performance)
Untuk lebih jelasnya perwara yang berpenampilan menarik ini akan dijelaskan sebagai berikut:
1. Pewara diharapkan berpakaian sopan
2. Pewara harus tampil dalam koleksi tubuh yang prima
3. Pewara harus dapat menyesuaikan diri engan situasi dan kondisi
4. Seorang pewara diharapkan postur tubuhnya tinggi
5. Pewara harus mampu menumbuhkan rasa percaya dirI
6. Pewara hendaknya terlihat tampil siap dan teliti
B.Sikap yang Baik
1. Gerak dan ekspresi
a. Acara resmi pewaranya harus terkesan tenang, tidak tergesa-gesa
b. Acara tidak resmi/ acara hiburan, pewaranya boleh bergerak, tetapi bukan melompat-lompat
2. Pilihan kata yang digunakan pewara juga hendaknya terkesan dan bernilai rasa sopan dan rendah hati, sehinggamampu melahirkan simpatik pendengar pada pewara.
C. Bahasa yang Baik dan Benar.
1. Lafal/ ucapan
Pewara harus melafalkan/mengucakan setiap bunyi bahasa dengan tepat dan jelas, maka untuk itu diharapkan pewara mampu mengolah suaranya tepat dan jelas.
2. Intonasi dan nada harus tetap agar tidak terkesan kaku dan menoton dan tempopun harus tepat, artinya tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.
3. Diksi/ istilah
a. Terkesan sopan, pewara harus hati-hati dalam memilih kata/ istilah, karena kadang-kadang bisa melahirkan kesan tidak etis dan tidak sopan.
b. Terkesan pandai, pewara juga harus mnempatkan kata-kata yang sesuai dengan situasi dan kondisi.
c. Terkesan konsisten/ disiplin, pewara harus konsisten dalam pemakaian diksi/ istilah.
4. Logis dan Ekonomis
Pewara harus menyusun kalimat yang logis dan ekonomis (efektif dan efisien) agar tidak mubazir dan buang-buang waktu.
D. Wawasan yang Cukup
Wawasan kebahasaan akan menunjang keberhasilan pewara, karena lafal/ ucapan yang tepat dan jelas, tampo dan intonasi nada yang tepat dan bervariasi juga akan ikut menentukan keberhasialn seorang pewara.
Disamping itu, wawasan umum atau wawsan pengetahuan umum pun perlu terutama untuk memperkaya kosa kata, sehingga tiak kaku, dan terlihat lancar dan fleksibel dalam membawakan acara.
5. Teknik Membawakan Acara
Teknik membawakan acara ini ada kaitan dengan:
a. Persiapan yang perlu dilakukan untuk mengahadapi tugas menjadi pewara:
1) Mengetahui bentuk acara yang dilaksanakan.
2) Apabila acara yang akan dipandu adalah acara tidak resmi atau hiburan, maka pewara harus aktif sendiri mencari informasi atau keterangan sejelas mungkin tentang materi acara yang akan disajikan.
3) Melalui observasi/ penggamatan ke tempat acara akan dilangsungkan, maka akan diketahui secara detail kualitas “sound system” yang digunakan serta pengaturan tata tempat dimana posisi pewara ditempatkan.
4) Menyiapkan busana yang akan dikenakan pada pelaksanaan tugas.
b. Kegiatan pelaksanaan tugas menjadi pewara
1) Setelah menerima daftar acara, khususnya untuk acara tidak resmi, maka segeralah membuat catatan redaksional dari masing-masing acara.
2) Hadirlah jauh lebih awal dari kehadiran tamu undangan. Dengan kehadiran yang lebih awal tersebut acara psikologis kita seolah yang berkuasa diruang tersebut.
3) Apabila ketika mulai tampil ada perasaan yang mengganggu karena bertatap dengan tamu, segera hindari karena bisa menimbulkan prauga yang salah ketika bertatapan dengan tamu yang kurang ceria wajahnya.
4) Mengawali penampilan, sekali lagi yakinkan diri dengan tugas yang sangat penting, dan ingatlah setiap penampilan kita hendaklah meninggalkan kesan yang baik.




“Materi acara ini dirancang oleh protokol, lalu diserahkan kepada pewara.” Jadi, pewara dan protokol tu ternyata beda ya bu? Selama ni eka kira protokol sama pewara/ mc itu sama aja:(
Protokoler ini aturannya sayang. Pewara itu tugas yg diembankan kepada mereka yg dipercayakan. Protokoler ini wujud nyatanya aturan, ketentuan, dan panitia pelaksana kegiatan. Nah, mereka itu yg merancang materi dan skenario, lalu diberikan ke pewara.