You dont have javascript enabled! Please enable it!

Contoh Feature Laporan Perjalanan

Jenis Feature   : Feature Laporan Perjalanan

Tema Feature  : Panorama Keindahan Kota Tambang Batubara

Tanggal            : 19 April 2014

 

Puncak Cemara Menjadi Saksi Keindahan Kota Sawahlunto

LEAD

            Kota Sawahlunto merupakan salah satu kota di Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Terletak 95 KM sebelah Timur Laut kota Padang. Kota Sawahlunto memiliki luas 273,45 km² terletak tidak begitu jauh dari ibu kota Sumatra Barat kota Padang. Hanya membutuhkan waktu 2,5 jam untuk sampai ke kota kuali ini dari Bandara Internasional Minangkabau.

Kota ini dikenal dengan Kota Arang pada zaman Hindia-Belanda, karena kota ini memiliki kekayaan alam tambang batu bara. Saat ini kota Sawahlunto berkembang menjadi kota wisata tua yang multi etnik, sehingga menjadi salah satu kota tua terbaik di Indonesia. Di kota ini banyak berdiri bangunan-bangunan tua peninggalan zaman penjajahan Belanda. Kota ini merupakan salah satu daerah yang dilalui oleh banyak kendaraan karena berada di jalan lintas Sumatra.

TUBUH

Di sepanjang perjalanan menuju kota ini, dikelilingi oleh bukit-bukit yang menjulang tinggi. Di pinggir jalan banyak ditemui pepohonan rindang yang memberikan kesejukan. Sawah-sawah nan hijau juga berhamparan di sepanjang perjalanan menuju kota ini. Terlihat berbagai aktivitas masyarakat di sana yang mayoritasnya adalah petani begitu menikmati pekerjaan mereka. Pemandangannya membuat damai dan sejuk di hati. Tikungan-tikungan tajam juga menjadi ciri khas daerah ini, jika tidak hati-hati mengendarai kendaraan bisa terjatuh ke jurang.

Kota kecil dengan beragam etnik kebudayaan dan agama membuat kota ini memiliki keunikan tersendiri. Kota yang dulu dianggap sebagai kota mati kini berubah menjadi salah satu kota yang layak untuk diperhitungkan di Provinsi Sumatra Barat, bahkan di Indonesia. Karena Kota ini mampu membuktikannya dengan berbagai prestasi, salah satunya adalah dengan mengadakan SimFest, ajang Festival Musik bergengsi bertaraf Internasional. Setiap tahun kota ini juga menjadi salah satu tuan rumah pada saat lomba balap sepeda “Tour de Singkarak”  yang diikuti oleh peserta dari berbagai negara.

Kota ini juga disebut sebagai kota kuali, karena apabila kita melihatnya dari salah satu puncak tertinggi di Sawahlunto maka kota ini menyerupai kuali yang berbentuk melingkar. Panorama keindahan kota kuali ini patut diacungi jempol. Kota nan kecil ini memiliki tempat wisata yang banyak. Tempat-tempat bersejarah yang merupakan peninggalan penjajahan Belanda dan Jepang dijadikan sebagai museum bersejarah.

Kota Arang ini dikelilingi bukit-bukit yang menjulang tinggi. Puncak Cemara merupakan salah satu bukit  yang  ada di Sawahlunto yang dijadikan sebagai salah satu tempat wisata. Dari puncak ini akan terlihat indahnya kota kuali ini baik di siang hari maupun di malam hari. Pemandangan yang indah di siang hari mencerminkan tata letak kota yang rapih. Jika dilihat pada malam hari kota sawahlunto bagaikan lautan intan permata yang terpancar dari sudut-sudut kota. Puncak cemara adalah lokasi yang tepat untuk menikmati keindahan sawahlunto dari segala penjuru. Untuk menuju ke puncak ini tidaklah begitu sulit, karena akses jalannya sudah bagus dan lancar. Hanya membutuhkan waktu 10 menit dengan menggunakan kendaraan dari pusat kota untuk sampai ke puncak ini.

Puncak Cemara memiliki ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut. Objek wisata ini cukup menarik minat para wisatawan yang datang ke Sawahlunto untuk menyaksikan keindahan kota dari atas, melepas lelah, sekaligus menikmati sejuknya suasana dengan banyaknya pohon cemara yang tumbuh di sana. Pondok-pondok untuk bersantai atau gazebo juga sudah disediakan oleh pemerintah kota, sehingga pengunjung akan semakin betah berada di Puncak Cemara.

Dari panorama puncak semua keindahan sisi kota akan terlihat. Setiap sudut kota terlihat rapih dan tertata dengan baik. Terlihat pula bangunan unik peninggalan Belanda yang disebut dengan Silo berjejer dengan kokohnya. Bangunan tinggi yang berbentuk tabung ini dulunya merupakan tempat penyimpanan batu bara yang telah dibersihkan, dan siap diangkut ke pelabuhan Teluk Bayur. Keunikan dari Silo ini adalah setiap pukul 13.00 dan 16.00 WIB, akan terdengar suara sirine. Bunyi ini dulunya menandakan mulai bekerjanya para pekerja rodi pada zaman penjajahan Belanda. Dari  puncak  ini akan terlihat juga menara mesjid Raya yang menjulang tinggi.

Masih banyak keindahan dan tempat-tempat wisata lainnya yang menarik dari kota kuali ini. Setiap tempat wisata memiliki sejarah-sejarah yang unik. Ada Waterboom, cinema 4D, Taman Segitiga, Taman Wisata Kandi, dan berbagai museum lainnya. Ada museum kereta api, museum lubang Suro, museum Gudang Ransoem, gedung Info Box. Di Kota Sawahlunto ini juga terdapat lapangan pacuan kuda terbesar kedua di Indonesia. Kota yang masih terlihat asri ini sangat cocok dijadikan sebagai salah satu kota yang wajib untuk dikunjungi.

PENUTUP

Kota kelahiran pahlawan nasional Muhammad Yamin ini masih kental dengan budaya adat istiadatnya. Terlihat masyarakat disana masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya yang sudah menjadi tradisi terdahulu. Tradisi masyarakat yang saling tolong-menolong dan terkenal ramah. Walaupun kota ini memiliki berbagai etnis suku dan agama namun tetap saling menghormati dan menghargai sesuai dengan sila-sila pancasila. Karena inilah kota arang ini memiliki visi menjadikan kota Sawahlunto sebagai Kota Wisata Tambang yang Berbudaya.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

error: Alert: Content selection is disabled!!